Salah satu desa tertua yang diketahui berada di Delta Nil dan berasal dari zaman Neolitikum,
telah ditemukan di Mesir baru-baru ini.
Kepala arkeolog Frederic Gio mengatakan bahwa misi bersama Mesir dan Perancis berhasil
menemukan silo berisi tulang dan makanan hewan, serta alat tembikar dan batu, di area Tell al-Samara yang subur, di provinsi utara El-Dakahlia, sekitar 144,8 sebelah utara Kairo.
Temuan tersebut juga berhasil menyingkap tempat tinggal manusia dari periode 5.000 SM --sekitar
2.500 tahun sebelum piramida Giza dibangun pada masa firaun, jelas Kementerian Warisan Sejarah dan Budaya Antik Mesir, seperti dilansir dari The Independent.
"Menganalisis bahan biologs yang telah ditemukan akan memberi kita pandangan yang lebih jelas
tentang komunitas pertama yang bermukim di Delta Nil dan asal-usul pertanian dan agrikultur di Mesir," kata Nadia Khedr, pejabat kementerian yang bertanggung jawab atas warisan sejarah dan
budaya antik Mesir, Yunani, dan Romawi di kawasan Mediterania.
Artefak pertanian tadah hujan peninggalan periode Neolitikum mungkin menyajikan petunjuk
penting untuk lompatan teknologi yang mengarah ke pertanian berbasis irigasi di sepanjang Sungai Nil.
Dengan memulihkan materi organik dari situs itu, para ilmuwan akan dapat mengumpulkan berbagai
data mengenai bagaimana cara masyarakat prasejarah tinggal di delta Sungai Nil.
Mesir telah menggalakkan proyek penemuan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya
untuk menghidupkan kembali industri pariwisata setelah destabilsasi menyusul pemberontakan Arab
Spring 2011.
Awal tahun ini para arkeolog Mesir mengatakan mereka telah menemukan sebuah makam berusia
4.400 tahun di dekat piramida di luar Kairo.
Warisan Sejarah dan Budaya Antik Mesir mengatakan, kemungkinan itu milik seorang pejabat tinggi
yang dikenal sebagai Hetpet selama Dinasti Kelima Mesir.
Ini termasuk beragam lukisan dinding yang menggambarkan Hetpet mengamati adegan berburu dan
memancing dalam pose yang berbeda-beda.
Bukan Kutukan, Isi Sarkofagus Misterius di Mesir Ternyata...
bulan lalu telah dibuka. Para arkeolog yang terlibat dalam pembongkaran peti mati raksasa tersebut
menurutkan, sarkofagus itu berasal dari tahun 332 Sebelum Masehi, zaman di mana Alexander Agung berhasil menaklukkan wilayah Iskandariyah atau periode Ptolemaic awal.
Ketika penemuan sarkofahus misterius itu diumumkan, ada spekulasi yang menyatakan bahwa di
dalamnya terdapat jasad Raja Alexander. Bagi siapa saja yang membuka dan berupaya mencari tahu
isinya, maka ia akan terkana kutukan.
Mitos ini tampaknya berhasil dipatahkan oleh para ilmuwan. Dengan berbekal ilmu pengetahuan,
mereka masuk ke dalam tanah (5 meter di bawah permukaan laut), tempat di mana sarkofagus itu
ditemukan.
Dengan didampingi Kementerian Barang Antik dan Benda Kuno Mesir, tim arkeolog 'terjun' ke liang.
Mereka harus mengenakan masker wajah, sebab tersebut mengluarkan bau tak sedap yang
berasal dari kotoran.
Ketika dibuka, mereka menemukan tiga kerangka manusia yang tertutup limbah. Diduga kerangka
tersebut merupakan perwira tentara Mesir Kuno pada zaman Firaun, demikian menurut pernyataan
kementerian yang dikeluarkan pada 19 juli dalam bahasa Arab.
Sarkofagus itu dipenuhi limbah cair berwana kecoklatan dan telah merembes di beberapa titik,
sedangkan kerangka manusia yang ada di dalamnya masih dianalisis. Kendati demikian, hasil awal
menunjukkan bahwa salah satu kerangka mengalami luka tusukan anak panah.
Tidak ada prasasti atau karya seni yang ditemukan di luar atau di dalam sarkofagus.
"Pun belum diketahui apakah ada artefek lain yang dikubur bersama sarkofagus granit hitam ini," kata seorang peneliti.
Ketika pertama digali pada minggu lalu, sarkofgus tersebut berada di samping patung kepala dari
alabaster --batu mineral yang lembut, sering digunakan untuk mengukir dan diproses untuk bubuk
plester.
Sarkofagus ini memiliki panjang 2,7 lebar 1,5 meter dan tinggi 1,8 meter dengan berat 27 ton. Benda
purbakala tersebut diklaim sebagai yang terbesar yang pernah ditemukan di Aleksandria.
"Selain dibuat dengan granit hitam, sarkofagus juga dilapisi dengan mortar tebal yang menutupi
sebagian besar badannya," kata Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi
Kepurbakalaan Mesir.
Mortar itu, lanjut Waziri, menjadi penanda bahwa sarkofagus tidak pernah dibuka setelah dikubur di
Alexandria, pelabuhan utama di Mesir dan kota terbesar kedua di negara tersebut.
Sarkofagus itu ditemukan oleh para arkeolog dari Kementerian Barang Antik dan Benda Kuno Mesir
yang sedang memeriksa suatu area bawah tanah di distrik Sidi Gaber, sebelum pembangunan
terjadi. Para arkeolog sekarang akan mempelajari penemuan tersebut secara mendalam untuk
menentukan kapan penghuninya hidup dan bagaimana mereka meninggal.
Pembukaan sarkopagus menciptakan serangkaian misteri baru bagi para ahli. Sebuah tanda tanya
besar muncul di benaak mereka: Siapa ketika orang yang dimakamkan di dalamnya? Kapan tepatnya
mereka hidup? Apa yang menyebabkan mereka terbunuh? Mengapa mereka dikubur dalam sarkofagus yang dibuat dari granit hitam? Apa saja yang dikuburkan? Bagaimana limbah cair bisa masuk ke sarkofagus.
Setelah kematian Alexander Agung pada tahun 323 SM, beberapa firaun keturunannya memerintah
Mesir selama berabad-abad. Setelah firaun terakhir, Cleopatra VII, bunuh diri pada 30 SM, Kekaisaran Romawi mengambil alih Mesir.
Para firaun ini terlibat dalam berbagai perang dan konflik, dan mungkin saja ketiga kerangka yang
ditemukan dalam sarkofagus itu terbunuh dalam salah satuh peperangan.
Salah satu kerangka bahkan menunjukkan tanda-tanda luka akibat tertikam busur panah. Besar
kemungkinan mereka gugur dalam pertempuran. Meski demikian, usia kerangka tersebut tidak
diketahui.
Mengapa tiga kerangka itu dikubur dalam sarkofagus yang begitu besar? Waziri mengatakan bahwa
pihaknya pun masih mencari tahu. Di area Mesir Kuno, tidak ada sejarahnya sebuah sarkopagus bisa
digunakan kembali. Dengan kata lain, jasad mantan penghuninya dibuang dan digantikan penghuni
baru.
"Apa yang terjadi dengan sarkofagus ini masih kami selidiki," ungkap Waziri.
Usai dibuka, sarkofagus itu dipindahkan ke Alexandria National Museum untuk Konservasi dan studi
lebih lanjut.
TAIPANBIRU . COM | QQTAIPAN .NET | ASIATAIPAN . COM |
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 8 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsa
• Domino99
• Poker
• Bandarpoker.
• Sakong
• Bandar66
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
• WA: +62 813 8217 0873
• BB : E314EED5
• BB : 2B3D83BE







0 komentar:
Posting Komentar